Minggu, 19 April 2020

COVID-19

PANDEMI CORONA


Sebulan terasa sudah
Jaga jarak antar sesama
Dekat keluarga dalam serumah
Demi cegah pandemi corona

Keluar rumah pakai masker
Kemana mana bawa handsanitizer
Tak perlu anggap diri menjadi super
Atau orang lain yang lebih killer

Belajar dari rumah
Bekerja dari rumah
Sembahyang dirumah
Pengajian lewat whatsapp saja

Ibu rumah tangga mendadak jadi guru
Dari dapur bergegas buka buku
Tiap hari muncul tugas baru
Ternyata begini tugas seorang guru

Guru ditantang model baru
Kembangkan diri walau dari jauh
Pastikan diri akan mampu
Bukti profesional ingin maju

Jamaah pengajian libur sementara
Yakinlah banyak jalan menuju roma
Hijrah simak jaringan WA
Jadikan grup tak ngobrol saja

Tiap orang jadi juru bicara
Spontan mahir ulas berita
Semua narapidana dibebaskan keluar
Kriminal mulai tampak liar
Ah, jangan ada pikiran nyasar
Tahan berita dusta beredar
Jaga hati gunakan otak sadar

Semua panik semua gundah
Membilang angka semakin bertambah
Mari bangun kerjasama dan saling percaya
Solidaritas benteng utama
Thibbil Qulub jadi senjata
Sayyidul Istighfar penghapus dosa



Gresik, 15 April 2020
22.14


















Kamis, 02 April 2020

PUISI KERINDUAN


MENYULAM RINDU

Dinginnya malam menusuk kalbu
Mendekap merinding bulu kudu
Kulangkahkan kaki memendam rindu
Mencari jejak jejak irama syahdu

Hati berguncang hempaskan deburan
Tarian camar diantara semburat goresan
Jalinan cinta terlena dalam keromatisan
Bayangan semu dibalik jingga yang menawan

Senandung kasih masih kurasakan
Gejolak rasa yang sangat mendalam
Mengapa rindu ini semakin menghujam
Hanya mampu menatap kerlip bintang
Sembari jemari mengukir namamu diatas sulaman

Kasihku,
Telah lama kumenantimu
Pertaruhkan segala kesetiaanku
Berlayar ditengah hamparan samudra biru

Kasihku,
Ingatkah saat kau pinang diriku
Berjanji bersatu berlabuh
Mengarungi gelombang angin karang bebatu
Walau anjing menggonggong kafilah tetap berlalu

Kasihku,
Gelora cintaku terus menderu
Menghitung waktu yang kian berdebu
Kapan tiba masa itu
Memasung pilu melepas nyanyian rindu

Gresik, 3 April 2020










Rabu, 25 Maret 2020

Covid-19, Peace ah

COVID-19, PEACE AH

Baru kemarin kau bilang anak alam
Badan besar suka petualang
Keliling dunia siang dan malam
Gelombang badai tak jadi penghalang

Semua kau terjang tuk gapai tujuan
Cerita impian terus bergelanyutan
Inspirasi bergoyang pada tiap tiap insan
Makhluk sejagad menyapa menyaksikan
Siapakah kau gerangan
Yang lalu lalang di jalanan
Pulang pulanglah dengarkan sebuah bisikan

Oh Tuhanku
Kau tunjukkan keagunganMu
Bagi hamba yang terlena dalam pelukan
Kemaksiatan dan kesesatan
Semua terdiam terkunci dan menggenggam
Akankah membawa kesadaran
CintaNya yang mengingatkan

Covid-19, namamu sungguh cantik
Tingkahmu menggelitik dan unik
Dari Tuhanku yang Maha Kasih
Agar ku lebih memahami arti asih

Salam dariku wahai saudaraku
Sampaikan pada Tuhanku
Ampunkan dosa maksiatku
Dosa saudara kami, orang tua kami
para guru kami dan seluruh kaum muslimin muslimat, mukminin mukminat yang masih hidup dan yang sudah tiada.

Covid-19, ku yakin hikmah dariNya
Atas segala takdir dan kuasaNya
Tuhanku Maha Cinta
Tiada dua dalam jiwa rasa di dada

Covid-19..
Peace ahh....

Lu2x
24 Maret 2020
Work From Home

Senin, 17 Februari 2020

Air mata kerinduan

AIR MATA KERINDUAN

Ya Tuhanku
Satu per satu para guru kami Kau panggil
Sementara kami masih dalam kebodohan yang berkepanjangan
Dosa kami tiap hari makin menumpuk
Maksiat kami terus bertambah
Ampuni dosa kami ya Tuhanku

Kami rindu
Rindu ilmu dari para guru
Kami rindu
Rindu doa dari para guru
Kami rindu
Rindu perjumpaan dengan para guru

Rindu itu makin terasa
Saat Kau panggil ke alam baqa
Air mata berlinang
Saat masa itu terkenang

Ya Tuhanku
Ajarkan pada kami ilmu pengetahuan
Yang mampu mengentaskan kami dari segala kebodohan
Tunjukkan kami jalan yang lurus
Menuju ampunan dan ridhoMu

Berkahilah hidup mati kami
Ijinkan kami kelak berjumpa dengan para guru kami, orang orang yang kami cintai
Dengan mengharap syafa'at kekasihMu
Wahai Tuhanku
Raja Pemilik Segala Kehidupan
Akhirkan kehidupan kami dengan husnul khotimah.

Aamiin

2 Februari 2020
22.43
Dalam Kenangan
Bersama Gus Sholah

Minggu, 20 Oktober 2019

AURA SANTRI AL IBROHIMI

Dalam sujud malamku
Kurasakan hangatnya sajadah biru
Diantara putaran tasbih yang beradu
Kupanjatkan doa yang syahdu
Terkhusus ayah bundaku
Serta kyai dan guruku

Hati yang terkenang saat itu
Bersama dalam alunan yang merdu
Suara santri membahana menyeru
Menghiasi awan awan yang kelabu

Wajah wajah indah memancarkan aura
Langkah santri Ibrohimi penuh makna
Mantapkan hati kuatkan cita cita
Harapkan bahagia selamat akhiratnya

Santri santri Ibrohimi
Satukan asa raih ridho ilahi
Berjuang untuk negri
Garda terdepan NKRI
Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia


20 Oktober 2019

Selasa, 08 Oktober 2019

HARMONI BATIK

Sorotan celah lingkaran pupil
Mengikuti jejak yang berkelok kelok
Memandang warna warni ceria
Merasakan harmoni cinta

Hijau terpadu merah merona
Terhampar kain hitam penuh pesona
Kuning biru menampakkan aura
Dalam pancaran batik Indonesia

Hari ini rayakan batik Nasional
Kreasi anak bangsa elok nan profesional
Tembus karya regional hingga Internasional

Batik bangsaku terbalut goresan syahdu
Indahmu menambah megah citramu
Batik bangsaku naluri kepribadianmu
Temukan cinta diantara jati dirimu

Kubangga karya negriku
Bersatu bangkitkan harapanku
Semaikan warna di dadaku
Semangat batik pilihanku

Batik Indonesia,
Beragam corak, irama menggelora
Bahagia berdendang bersama
Menyatukan asa jalin cita anak bangsa
Jayalah batik Indonesia
Menggema seantero jagat raya


2 Oktober 2019
Hari Batik Nasional
SMANUSA INSPIRASIKU




Selasa, 01 Oktober 2019

Sandiwara Cinta Luky & Juky

Sampai kapan sandiwara ini berlangsung
Luky & Juky dalam atraksi percintaan
Terbungkus dalam kata-kata
Dikemas dalam keindahan sementara
Kerinduan yang tergenggam
Di dada menembus jantung perasaan

Sandiwara sampai kapan diperankan
Terus terbuai sebab peran tak teragendakan
Arah tak menentu terombang ambing sebuah nafsu
Luky & Juky tak mampu berpisah
Dan juga tak yakin bersatu

Sandiwara Luky & Juky
Dipanggung berawan hitam kelam
Penuh bayang bayang terbius angan-angan
Sandiwara tetaplah sandiwara
Yang menjerumus pada angkara murka

Perlahan menepi diantara panggung
Sang sutradara mungkin hanya tersenyum
Peran itu tiba-tiba diperankan
Luky & Juky seakan hanyalah wayang
Yang dimainkan oleh kelihaian dalang

Yah, wayang yang punya perasaan
Membiarkan perasaan terbang terngiang
Menanti perasaan hilang
Hingga keadaan kembali tenang


1 Okt 2019
15.35