Rabu, 28 Desember 2016

GETARAN HIKMAH

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin
Allaahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad

Ya Allah
Sepanjang menyusuri langkah
Sejauh mata memandang
Sungguh indahnya

Beraneka dedaunan
Warna warni kembang
Kupu kupu dan ilalang

Kutengadahkan ke langit
Kulirik rembulan, awan
Kurasakan getaran di dada
KebesaranMu Wahai Tuhanku

Angin berhembus
Deburan ombak
Ayam berkokok
Burung berkicau

kami adalah pernak pernik
diantara pernak pernik

Ya Allah Ya Robb
Jadikanlah dalam setiap langkah kami
pandangan kami, pendengaran kami, ucapan kami
perasaan kami yang terluar
hingga terdalam
Penuh hidayah, penuh hikmah
Menuju ampunan dan ridho Mu.
Aamiin.

lu2k.3r
dlm angan, 29 Desember 2016

Minggu, 25 Desember 2016

DI ATAS SAJADAH



Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillaahirobbil 'aalamiin, Allaahumma sholli wa sallim 'alaa sayyidinaa Muhammad

Ya Allah, Pemilik Siang dan Malam
Raja seluruh alam jagad raya
Dalam setiap linangan air mata
Kami bersimpuh padaMu Ya Ilaahi

Sadari siapakah diri ini
Sadari rendahnya diri
Sadari kehinaan diri
Sadari kebodohan diri
Sadari kesombongan diri
Sadari kedholiman diri

Ya Allah, jangan Kau jadikan kami
Seperti buih dalam lautan
Buih yang terombang ambing
Dalam lautan godaan setan
Terperangkap dalam gelembung kenistaan dunia

Ya Allah,  firman2 yang kami baca
Jadikan cahaya bagi kami
Dalam kegelapan dunia dan saatnya nanti

Ampuni kebodohan kami
Ampuni kedholiman kami
Ampuni kesombongan kami

Ridhoilah hidup mati kami, Langkah kami
Jiwa raga kami, UntukMu ya Ilahii
Yang Maha Kasih.
Aamiin.

lu2k.3r
menunggu shubuh, 22 Des 2016

GETARAN HATI




Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Ya Allah, kami bersyukur atas segala limpahan Rahmat dan karuniaMu pada kami
Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah pada kekasihMu Baginda Rasulullah Muhammad saw beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut2 nya Hatta Yaumil akhir. Aamiin.

Ya Allah...
Dalam hati yg hampa, hanya Engkau yang kami damba
Dalam jiwa yang gersang, hanya Engkau dalam angan
Dalam kebelengguan, hanya Engkau pemberi harapan
Dalam keraguan, hanya Engkau yang penuh kepastian
Ya Robb, jangan Kau lepaskan kami walau sekejap mata
Belailah kami dalam dekapan kasihMu ..
Jiwa raga beserta nafsu2 kami dalam genggamanMu.
Jagalah kami dalam kasihMu...ya robbal 'aalamiin.

Aamiin.

lu2k.3r
di ujung pagi, 15 Des 2016

Selasa, 06 Desember 2016

NIGHT CLUB



Saat aku menatap..
Merenung...
Memandang...
Merasa....

Ah sungguh betapa hinanya diriku...
Betapa rendahnya...
Betapa bodohnya...

Yaa Robb...
Airmataku sungguh nikmat
Saat kuingat Engkau
Menangis dalam bahagia..

KasihMu...
Tiada kenal siang ataupun malam
Tiada beda kemarau ataupun hujan
Tiada lelah saat sadar atau tak sadar

Yaa Robb...
Ingatkan selalu jika diri ini terlupa...
Jelaslah banyak lupa...

Yaa Tuhanku...
Yaa Tuhanku..
Yaa Tuhanku...

ALLAHUMMA SHOLLI WASALLIM WA BAARIK 'AALAIH...

lu2k.3r
Grezic, 8 Dec 2016
01.06

SARAN DAN APLIKASI PERSONAL STRENGTH

#Pengingat Setelah Membaca
#Edisi Nyithet

1. Ketika mengucapkan dua kalimat syahadat, baik di dalam shalat atau di dalam do'a lainnya, ucapkanlah dengan perlahan-lahan, berupayalah untuk memperoleh makna dari ucapan tersebut, yaitu untuk :
a. Menetapkan misi kehidupan anda.
b. Membulatkan tekad untuk hanya bersujud kepada Allah
c. Menyerap dan mengingat sifat-sifat Allah yang luhur
d. Menerapkan sifat-sifat mulia tersebut dalam keseharian, dengan mencontoh perilaku Nabi Muhammad SAW
e. Tanamkan komitmen untuk memegang teguh Rukun Iman dan Rukun Islam
f. Berjanjilah sungguh-sungguh kepada Allah untuk mematuhi janji atau syahadat yang anda ucapkan tersebut dengan sepenuh hati

2. Lakukanlah sholat lima waktu dengan disiplin dan khusyu'. Shalat anda justru akan meningkatkan produktifitas apabila anda tinggalkan pekerjaan anda untuk sesaat (kurang lebih 5 menit). Anda butuh relaksasi ketika waktu sholat tiba. Pikiran Anda akan kembali jernih setelah itu dan kembali cerdas (fitrah).

"Sholat adalah seutas tali yang panjang" yang berfungsi sebagai penuntun keberhasilan hingga akhir hayat anda, jangan pernah lepaskan tali penuntun itu.

3. Lakukanlah puasa wajib (pada bulan Ramadhan) dan puasa sunnah untuk meningkatkan kemampuan kendali diri anda. Lakukan pekerjaan sehari-hari seperti biasa pada saat anda berpuasa. Jangan mempergunakan puasa sebagai dalih untuk bermalas-malasan dengan alasan lapar dan haus

Sabtu, 31 Oktober 2015

BERAPA LAMA KITA DI KUBUR ?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yang kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang es krim Sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi,sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1905:20-01-1965". "Nak, ini kubur nenekmu mari kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tanganayahnya yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya.

Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya..."Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah?" Ayahnya mengangguk sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya. "Hmm, berarti neneksudah meninggal 36 tahun ya yah..." kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36 tahun ... " Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910" "Hmm.. kalau yang itu sudah meninggal 91 tahun yang lalu ya yah" jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.

"Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa di neraka " kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?" Ayahnya tersenyum, "Lalu?" "Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun nenek senang di kubur .... ya nggak yah?" Mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.
Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya ... 36 tahun ... hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi ....136 tahun disiksa .. atau bahagia di kubur .... Lalu ia menunduk ... meneteskan air mata ... Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya ... lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'un ... air matanya semakin banyak menetes.....
Sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan.. kalau 2000 tahun lagi ? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur .. lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah? Padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?
Ya Allah ...ia semakin menunduk .. tangannya terangkat keatas..bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya..... Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa itu hingga suaranya serak ... dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu... dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur ...tanpa tahu, betapa sang bapak sangatberterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti Sebuah kehidupan... dan apa yang akan datang di depannya...


SUMBER :  http://ceritaceritabagus.blogspot.co.id/2006/12/berapa-lama-kita-dikubur.html

DETIK-DETIK RASULULLAH MENJELANG SAKARATUL MAUT

Detik-detik Rasulullah SAW menjelang Sakaratul maut,Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning burung-burung gurun pun enggan mengepakkan sayapnya.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah:
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku,”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam.
“Assalaamu’alaikum….Bolehkah saya masuk ?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat Maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit untuk menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu semua ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya Rasulullah?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan Khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit Sakaratul Maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?” Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direngut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku”.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu,”
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“umatku, umatku, umatku”
dan….PUPUSLAH KEMBANG HIDUP MANUSIA MULIA ITU………
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya ?



SUMBER : http://ceritaceritabagus.blogspot.co.id/2006/12/detik-detik-rasulullah-saw-menjelang.html