Rabu, 18 Januari 2017

KEMANA KUMELANGKAH


Ya Allah Ya Tuhan
Diriku bukanlah pujangga
Ataupun seorang cendekia
Diriku hanyalah hamba
Yang jelata nan papa

Ini bukanlah syair
Atau senandung semampir
Ini hanyalah goresan
Dalam sesaat sekejap

Tak pernah kubaca syair Imam Syafi'i
Fuqoha yang bersahaja
Atau syair Robiatul Adawiyah
Sufi yang ternama
Apalagi Kahlil Gibran punya

Kemana arahku melangkah
Diatas permadani dunia
Berkilau emas permata
Penuh duri menusuk sukma

Pertarungan nafsu dan angkara
Etika dan estetika
Jiwa raga kalbu di dada
Dalam genggaman Sang Pencipta

Kemana arahku melangkah
Saat jiwa tinggalkan raga
Bekal apa yang kubawa
Untuk penghilang rasa dahaga

Berharap syafa'at Baginda
Ingin menangis dalam pusaran Ka'bah
Tuhanku Sang Penguasa
Kumohon Ampunan Rahmat
Dan RidhoMu senantiasa

lu2k.3r, 19 Januari 2017
Atau 03.57

Senin, 16 Januari 2017

DALAM KERINDUAN

Guru...
Masih terngiang sinar wajahmu
Masih terukir nasehat dalam hatiku
Masih terasa suri tauladanmu
Masih tampak jelas senyum ikhlasmu

Kesabaran, kekuatan, keuletan
Semuanya tak terlupakan
Dengan ketinggian ilmu
Kau bimbing kami
Kau ajari kami
Kau nasehati kami

Diriku bukanlah murid hebat di depanmu
Apakah namaku ada dalam doamu, wahai guruku
Apakah diriku ada dalam hatimu, wahai guruku

Kini kau di alam sana
Kurindu sosokmu
Memandang wajahmu
Mendengarkan nasehatmu
Tentang Al Qur'an
Al Qur'an yang selalu kau ingatkan
Jangan sampai lupa
Walau sibuk sekolah saat itu

Disana apakah kau melihatku
Aku berusaha selalu panjatkan doa untukmu
Kuyakin kau bahagia dengan kasih sayang Allah
Berkumpul dengan hamba Allah yg dicintaiNya
Ditempat yang sungguh mulia

Disana apakah kau mengenalku
Muridmu yang tiada berilmu ini
Mengharap Allah selalu beri petunjuk
Mengharap ridhoNya
Dalam hidup yang terbatas di alam fana


Lu2k.3r
Dalam harapan
At 03.23

Minggu, 15 Januari 2017

MENANTI PELANGI KEMBALI


Sang nelayan berlabuh
Tampak seorang ingusan diseberang
Pandangan kosong menatap
Berdiri lesu terdampar
Diantara hutan dan pantai

Sang nelayan menariknya
Membawa berlabuh mengarungi samudra
Mengelilingi benua mencari permata
Dengan peta seksama
Bersama rombongan
Menuju dermaga hikmah

Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Aura memancar
Pelangi dan sinar
Seantero penjuru bergema
Sebab bahana bersuara

Namun kini,
Pelangi surut sirna
Kemana aura
Kemana gema
Kemana suara membahana
Terasa hambar dan hampa

Seorang ingusan bersedih
Nelayan hanya bisa menatap
Rombongan diam membisu
Akankah pelangi akan kembali
Menghiasi ujung samudra
Menepis fatamorgana
Menancapkan ide dan cita
Menuju realita


lu2k.3r
15 Januari 2017
at 08.22
in Kanjeng Sepuh Sedayu

Rabu, 11 Januari 2017

RUMPUT BERDZIKIR


Sore itu...
yah...waktu itu
saat kulihat burung terbang
mengitari gedung menjulang
mengepakkan sayap sembari dzikir sore

apakah diriku adalah pintu
pintu yang terbuka lebar
makin lebar dan makin lebar
ah tidak !

diriku adalah rumput
rumput kecil yang tumbuh
diantara pohon-pohon besar
tinggi lebat berbuah manis

bersyukur jika ada tulisan
"Jangan injak rumput"
atau "Peliharalah aku"
walau tidak ditujukan padaku
tapi pada bunga-bunga bermekaran
ah mengigau !

biarlah diri ini menjadi diri sendiri
bebas berkelana
menyimaki matahari, bulan, bintang
angin, awan, gelombang air
hingga kekuatan doa-doa
yang tertebar pagi dan petang


lu2k.3r, 11 Januari 2017
at 15.30

Selasa, 10 Januari 2017

VIDEO JAGAD

Ya Allah
Kau pemilik video kehidupan
Memori tanpa batas
Tiada trouble,  tiada hang
Tak terkontaminasi trojan ataupun boot sector
Tak butuh smadav atau norton

Sungguh malu
Bagaimana rupa kami
Saat kelak Kau putar
Layar lebar sejagad raya

Ya Robb..
Malunya diri ini
Saat Baginda Rasulullah menyaksikan
Dimanakah kami bersembunyi
Diri yang tiada daya ini
Lemas lunglai berharap syafa'at
Syafa'at kekasihMu
Dalam penantian penuh kecemasan

Ya Allah...
Kau Raja Penuh Kasih
Kasih Tiada Pembanding
Tiada Kasih seindah kasihMu
Kasih Yang kami damba
Hingga kelak di alam baqa


lu2k. 3r
Penuh Harap di adzan shubuh
10 Januari 2017
at 04.04 WIB

ANTARA SOMBONG, TAWADLU', TAK PERCAYA DIRI

Renungan:
Oleh : Al-Cote (Ala Copy Paste)

Ada orang yang sukanya menilai orang lain dengan penilaian rendah, sementara menilai dirinya sendiri dengan penilaian tinggi. Lazim orang ini dilabeli masyarakat sebagai orang sombong.
Ada orang yang sukanya menilai orang lain dengan penilaian tinggi, sementara menilai dirinya sendiri dengan penilaian rendah. Atas model ini masyarakat memiliki dua penilaian, sebagai orang yang tak percaya diri atau sebagai orang tawadlu.
Hari ini mari kita renungkan kalimat pencerah berikut ini Jangan naikkan hargamu, bisa jadi --kalau engkau lakukan itu-- Allah akan mengembalikan engkau ke nilai hargamu yang sesungguhnya. Kalimat ini pendek namun mengandung pesan yang luar biasa dalam maknanya untuk kebaikan kita.
Kalimat itu memiliki makna bahwa kebanyakan kita itu terhormat adalah karena Allah menutupi aib kita, menyembunyikan kekurangan kita, menyamarkan kesalahan kita. Yang Allah tampakkan ke publik adalah kebaikan kita, kelebihan kita dan prestasi kita. Hati-hatilah menilai diri sendiri, jangan terlalu tinggi melampaui aslinya. Syukuri pujian orang tapi jangan terbuai dan terburu menaikkan gengsi diri. Sungguh berbahaya.
Mengangkat diri sendiri itu berat. Diangkat oleh orang lain, apalagi oleh orang banyak, akan menjadi ringan. Tak usahlah terobsesi untuk naik terus, karena semakin tinggi posisi semakin menyakitkan ketika terjatuh.
Ketahuilah bahwa tak semua naik itu menyenangkan, kadang turun malah lebih menyenangkan. Yang menentukan senang tidaknya posisi adalah hati. Hati yang ridla akan aturan Allah pasti senantiasa merasa senang dengan posisi apapun.
Sudahkah kita di maqam ini?

NODA KEDZOLIMAN

Ya Allah,
Dalam derai air mata
Hamba bertanya
Apa yang kami bangga
Ilmu,  nasab,  harta
Beauty,  brillian,  anak turun
Sungguh tiada satupun

Ya Allah,
Bersihkanlah hati kami
Dari titik titik noda
Yang mengotori darah
Mengacaukan amygdala
Memporak porandakan jiwa
Hippocampus tak terarah

Jadikanlah langkah kami
penuh hidayah
Kehidupan serba berkah
Sebut namaMu pada tiap rasa
Pagi Petang Siang dan malam

Mencoba Bangkit
Menggali mutiara
dalam syahdunya cinta
ayat ayat pelipur lara
Serahkan diri seraya berkata:
Laa ilaaha illa anta
Subhaanaka innii kuntu minadh dhoolimiin.

lu2k.3r, 5 Januari 2017
at 03.54 WIB