Sabtu, 31 Oktober 2015

BERAPA LAMA KITA DI KUBUR ?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan Menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yang kebesaran melambai lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang es krim Sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi,sementara tangan kirinya mencengkram ikatan sabuk celana ayahnya.Yani dan ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan dan kemudian duduk di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1905:20-01-1965". "Nak, ini kubur nenekmu mari kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tanganayahnya yang mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya.

Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk neneknya..."Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya yah?" Ayahnya mengangguk sembari tersenyum sembari memandang pusara Ibu-nya. "Hmm, berarti neneksudah meninggal 36 tahun ya yah..." kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 36 tahun ... " Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana. Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini : 19-02-1882 : 30-01-1910" "Hmm.. kalau yang itu sudah meninggal 91 tahun yang lalu ya yah" jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.

"Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa di neraka " kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?" Ayahnya tersenyum, "Lalu?" "Iya .. kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 36 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 36 tahun nenek senang di kubur .... ya nggak yah?" Mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada ayahnya pendapatnya. Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.
Pulang dari Pemakaman, ayah Yani tampak gelisah di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya ... 36 tahun ... hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi ....136 tahun disiksa .. atau bahagia di kubur .... Lalu ia menunduk ... meneteskan air mata ... Kalau ia meninggal .. lalu banyak dosanya ... lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi wa inna ilaihi rooji'un ... air matanya semakin banyak menetes.....
Sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan.. kalau 2000 tahun lagi ? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur .. lalu setelah dikubur? Bukankah akan lebih parah lagi? Tahankah? Padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?
Ya Allah ...ia semakin menunduk .. tangannya terangkat keatas..bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya..... Allahumma as aluka khusnul khootimah berulang kali di bacanya doa itu hingga suaranya serak ... dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani. Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan bambu... dibetulkannya selimutnya. Yani terus tertidur ...tanpa tahu, betapa sang bapak sangatberterima kasih padanya karena telah menyadarkannya .. arti Sebuah kehidupan... dan apa yang akan datang di depannya...


SUMBER :  http://ceritaceritabagus.blogspot.co.id/2006/12/berapa-lama-kita-dikubur.html

DETIK-DETIK RASULULLAH MENJELANG SAKARATUL MAUT

Detik-detik Rasulullah SAW menjelang Sakaratul maut,Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning burung-burung gurun pun enggan mengepakkan sayapnya.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata-bata memberikan petuah:
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan Cinta Kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah hanya kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, Sunnah dan Al-Qur’an. Barang siapa yang mencintai Sunnahku berarti mencintai aku, dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku,”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Ustman menghela nafas panjang dan Ali menundukan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba “Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seseorang yang berseru mengucapkan salam.
“Assalaamu’alaikum….Bolehkah saya masuk ?” tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengijinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya kepada Fatimah.
“Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah aku ayah, sepertinya baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. dialah Malaikat Maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat Maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit untuk menyambut ruh kekasih Allah dan Penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah dibuka, para malaikat telah menanti Ruhmu, semua pintu Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu semua ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar kabar ini, Ya Rasulullah?” tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan Khawatir, wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya’” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan Ruh Rasulullah ditarik. Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit Sakaratul Maut ini.” Lirih Rasulullah mengaduh.
Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah engkau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu wahai Jibril?” Tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direngut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik karena sakit yang tak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan kepada umatku”.
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
“Peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu,”
Di luar pintu, tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“umatku, umatku, umatku”
dan….PUPUSLAH KEMBANG HIDUP MANUSIA MULIA ITU………
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya ?



SUMBER : http://ceritaceritabagus.blogspot.co.id/2006/12/detik-detik-rasulullah-saw-menjelang.html

STAR PRINCIPLE-GOD SPOT


Prinsip Bintang - Sumber Suara Hati

"Kemudian Ia memberinya bentuk (dengan perbandingan ukuran yang baik), dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya. Ia jaadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan (perasaan) hati..."     - QS. 32 Surat As Sajdah (Sujud) Ayat 9 -

"Ia-lah Allah, yang tiada Tuhan selain Ia. Yang tahu akan yang ghaib, dan (tahu akan) yang nyata kelihatan; Ia-lah Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang. Ia-lah Allah, yang tiada Tuhan selain Ia. Sang Raja, Yang Maha Suci, Sumber Kedamaian, Pemelihara Keimanan, Penjaga Keselamatan, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Besar. Maha Kepujian Allah, (jauh) di atas apa yang orang persekutukan Ia. Ia-lah Allah, Yang Maha Pencipta, Yang Maha Pembuat, Pembentuk Rupa, Kepunyaan-Nya nama-nama yang paling indah, Tasbih memuji-Nya segala yang di langit dan di bumi. Ia-lah Yang Maha Perkasa, Yang Maha Bijaksana."    
                                                  -QS. 59 Surat Al Hasyr (Pengusiran) ayat 22-24 - 

Berdasarkan teori anggukan universal dan teori-teori yang membahas kecerdasan emosi, dan menelaah surat As-Sajadah ayat 9 serta Al Hasyr ayat 22-24 di atas, maka dapatlah kiranya ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :
1. Bahwa suara hati manusia itu pada dasarnya bersifat universal, dengan catatan manusia tersebut telah mencapai titik fitrah (God-Spot) dan terbebas dari segala paradigma dan belenggu.

2. Apabila mencermati surat As Sajadah ayat 9 di mana Allah telah meniupkan ruh ciptaan-Nya yang bersifat mulia kepada manusia, maka sebenarnya Allah telah meniupkan pula keinginanNya ke dalam hati manusia. Hal ini terbukti dengan teori anggukan yang juga didasari oleh surat Al-A'raf ayat 172 yaitu ketika jiwa manusia mengakui dan mengangguk kepada Allah bahwa Allahlah Tuhannya. Anggukan yang membenarkan suara hati itu masih terus berjalan dan masih bisa dirasakan hingga saat ini. Kecuali hati yang tertutup.

3. Jika dibandingkan dengan literatur-literatur barat yang menjelaskan tentang kecerdasan emosi, maka dapat diketahui dan dirasakan bahwa suara hati itu adalah dorongan dari sifat-sifat Allah yang terdapat dalam Al Qur'an, seperti di dalam surat Al Hasyr ayat 22-24. Sebagai contoh, dorongan ingin keadilan, ingin bijaksana, ingin sejahtera, ingin memelihara, ingin menciptakan, dan ingin mengasihi, semua adalah sifat-sifat Allah. Inilah salah satu kunci keceradasan emosi.


sumber : Ginanjar, Ary Agustian, Rahasia Sukses Membangun Kecerdasa Emosi dan Spiritual -ESQ- Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam. 2004. Jakarta : Arga. hal 68-69

Jumat, 23 Oktober 2015

MULTIPLE INTELEGENCE



Pada tahun 1983 Howard Gardner dalam bukunya The Theory of Multiple Intelegence, mengusulkan tujuh macam komponen kecerdasan, yang disebutnya dengan Multiple Intelegence (Integensi Ganda).
Intelegensi Ganda tersebut meliputi : (1) Kecerdasan Linguistic-Verbal, (2) Kecerdasan Logika-Matematik yang sudah dikenal sebelumnya, ia menambahkan dengan komponen kecerdasan lainnya yaitu (3) Kecerdasan Spasial-Visual, (4) Kecerdasan Ritmik-Musik, (5) Kecerdasan Kinestetik, (6) Kecerdasan Interpersonal, (7) Kecerdasan Intrapersonal. Sekarang tujuh kecerdasan tersebut di atas sudah bertambah lagi dengan satu komponen kecerdasan yang lain, yaitu (8) Kecerdasan Naturalis.
1.      Kecerdasan Linguistik-Verbal
Kecerdasan ini berupa kemampuan untuk menyusun pikirannya dengan jelas juga mampu mengungkapkan pikiran dalam bentuk kata-kata seperti berbicara, menulis dan membaca. Orang dengan kecerdasan verbal ini sangat cakap dalam berbahasa, menceritakan kisah, berdebat, berdiskusi, melakukan penafsiran, menyampaikan laporan dan berbagai aktifitas lain yang terkait dengan berbicara dan menulis.
2.      Kecerdasan Logika-Matematik
Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan angka-angka dan bilangan, berpikir logis dan ilmiah, adanya konsistensi dalam pemikiran. Kecerdasan ini amat penting karena membantu mengembangkan ketrampilan berpikir dan logis karena dilatih disiplin mental yang keras dan belajar menemukan alur piker yang benar atau tidak benar. Disamping itu juga kecerdasan ini dapat membantu menemukan cara kerja, pola dan hubungan, mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah, mengklasifikasikan dan mengelompokkan, meningkatkan pengertian terhadap bilangan dan yang lebih penting lagi meningkatkan daya ingat.
3.      Kecerdasan Spasial-Visual
Kecedasan ini ditunjukkan oleh kemampuan seseorang untuk melihat secara rinci gambaran visual yang terdapat di sekitarnya.
4.      Kecerdasan Ritmik-Musik
Kecerdasan ritmik-musikal adalah kemampuan seseorang untuk menyimpan nada di dalam benaknya untuk mengingat irama, dan secara emosional terpengaruh oleh music. Banyak pakar berpendapat bahwa kecerdasan musik merupakan kecerdasan pertama yang harus dikembangkan dilihat dari sudut pandang biologi (saraf).
5.      Kecerdasan Kinestetik
Kecerdasan ini merupakan kemampuan seseorang untuk membangun hubungan yang penting antara pikiran dengan tubuh, yang memungkinkan tubuh untuk memanipulasi obyek atau menciptakan gerak.
6.      Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain.
7.      Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan ini adalah kecerdasan yang menyangkut kemampuan seseorang untuk memahami diri sendiri dan bertanggung jawab atas kehidupannya.
8.      Kecerdasan Naturalis
Kecerdasan ini adalah kemapuan mengenali dan mengelompokkan serta menggambarkan berbagai macam keistimewaan yang ada di lingkungannya.
9.      Kecerdasan Ekstensial ( Kecerdasan Makna)
Yaitu anak belajar sesuatu dengan melihat gambaran besar, “Mengapa kita di sini?”, “Bagaimana posisiku dalam keluargaku?”,
Kecerdasan ini selalu mencari koneksi-koneksi dunia dengan kebutuhan untuk belajar.


sumber : Muna, Bunda, Rahasia Membuat Anak Jenius dan Berkarakter Positif. 2013. Klaten : Galamas Publisher.

Selasa, 20 Oktober 2015

SALAM MIN BA'ID

Ya Allah, aku bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang Kau berikan padaku
Maafkan dan ampuni segala kelalaianku padaMu
Ya Allah, aku tiada berdaya atas semua ini
Kau pemilik jiwa ragaku
Kau pengatur hidup dan matiku
Aku berserah diri padaMu

Ya Allah, ampuni segala kehinaanku
Tiada mampu aku melangkah tanpa petunjukMu
Ridhoilah setiap langkah dan gerakku
Jangan biarkan aku tersesat jauh dariMu

Ya Allah Ya Robb
Bimbinglah aku untuk menjalankan setiap amanah yang Kau berikan
Lindungi aku dari segala fitnah
Lindungi aku dari segala marabahaya

Ya Allah, dekaplah aku selalu dalam kasihMu
Air mataku adalah pelipur laraku
Kau curahan hatiku
Penenang hati dalam setiap dukaku

Ya Allah, jadikan aku seperti hambaMu yang Kau beri nikmat
Ridhoilah hidup dan matiku hingga kelak berjumpa denganMu
Ya Allah, cukupkanlah apa yang Kau berikan padaKu
Jagalah diriku, jagalah hatiku, jagalah nafsuku....
Hanya Engkaulah penolongku, sebaik-baik penjaga bagiku.....

Segala Puji Bagi-Mu Ya Allah....
Terima kasih atas semuanya....
Atas bimbinganMu yang semoga tetap Kau berikan padaku...
Hingga kelak aku kembali padaMu

Terima kasih Kau telah mengirimkan hambaMu
Sebagai perantara pengingatku padaMu
Ya Allah, tetapkan hatiku padaMu
Cintaku pada semuanya
Tetapkanlah hanya karenaMu.....

Sampaikan salamku pada orang-orang yang kucintai karenaMu....
Hanya Kaulah yang mengetahui isi hatiku...
Jagalah hatiku, jagalah niatku Ya Allah.....
Pertemukanlah kami dalam keridhoanMu....
Aamiin....


Senin, 19 Oktober 2015

SARAN DAN APLIKASI ZERO MIND PROCESS

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam hangat buat sahabat semuanya ...

Postingan ini diambil dari buku yang berjudul "Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosional dan Spritual ESQ berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam", karya Ary Ginanjar Agustian.

Apabila memiliki sesuatu masalah atau peluang, sebelum memberikan respon, segera kenali dulu diri kita .

1. Apakah anda sering berprasangka negatif pada orang lain, ubahlah. Ganti dengan prasangka baik.
2. Apakah anda terpengaruh oleh prinsip-prinsip yang ada di lingkungan anda, hati-hati, kadang prinsip tersebut menyesatkan. Prinsip kita hanyalah Allah SWT, sebagai pedoman.
3. Periksalah pikiran anda, apakah masih ada pengalaman-pengalaman yang mempengaruhi cara pandang anda? Lupakanlah, mulailah dengan zero mind (fitrah).
4. Dalam mengambil keputusan apakah anda terpengaruh dengan "vested interest" anda? Dengarlah suara hati, berpikirlah melingkar (berpikir dengan mempertimbangkan berbagai aspek) dan bijaksana, baru tentukan prioritas, lalu sesuaikan dengan visi anda!
5. Apabila melihat suatu permasalahan, lihatlah dari seluruh sisi sudut pandang, jangan hanya dari satu sisi, melingkarlah.
6. Jangan membandingkan sesuatu dengan persepsi pikiran anda sendiri, keluarlah dari persepsi diri anda. Lihatlah diri kita dari luar.
7. Apabila anda membaca literatur-literatur, ambillah sisi positifnya, bandingkan dengan suara hati anda, jika sesuai maka itulah yang disebut anggukan universal, kebenaran akan ketetapan Allah.
8. Latihlah suara hati yang mendorong anda berpikir jernih, dengan selalu melakukan latihan 'repetitive magic power", atau bertasbih, mengucapkan Subhanallaah, sambil mengingat kesucian Allah.

"Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dan Kami tahu apa yang dibisikkan hatinya kepadanya. Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya." QS. Qaaf (50):16

Teruslah berlatih sehingga mata hati anda akan terbuka dan akhirnya mampu mendengar suara hati itu dengan jelas. Lama kelamaan suara itu akan menjadi sahabat anda, yang selalu memberi informasi yang maha penting. namun tentu saja pergunakan sarana logis, yaitu otak sebagai pengolah. Tetapi hati-hati, otak itu sendiri pun harus bebas polusi dan suci hama.

Catatan : Ingatlah, di dalam mendengar suara hati, anda harus melakukan 99 Thinking Hats (berpikir melingkar), harus mengetahui dan mempertimbangkan suara-suara hati yang lain, Sederhananya, suara hati untuk adil dan bijaksana juga harus didengar.

Wallahu a'lam bishshowab.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Minggu, 18 Oktober 2015

SEKUNTUM NASEHAT

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam Silaturrahim buat semuanya...
Apa kabar sahabat semua ??

Kali ini penulis ingin sedikit berbagi tulisan setelah membaca kitab Nashaihul Ibad, karya Ibnu Hajar Al Asqalani.  Semoga Bermanfa'at.

Disebukan pada Bab III, Makalah kedelapan sebagai berikut :

Dari Abu Hurairah ra. Nama aslinya adalah Abdur Rahman bin Shawin. Abu Hurairah berarti bapaknya kucing karena beliau sangat menyayangi kucing, sehingga kadang-kadang pada lengan jubahnya terdapat beberapa anak kucing.
Abu Hurairah mengatakan, Nabi SAW telah bersabda :
Ada tiga hal yang dapat menyelamatkan (dari siksa), ada tiga hal yang dapat merusak diri sendiri, ada tiga hal dapat menjadi sebab memperoleh kedudukan yang tinggi (di akhirat) dan ada tiga hal yang dapat menghapus dosa.

Tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia dari siksaan Allah adalah :
1. Takut kepada Allah Ta'ala secara rahasia dan secara terang-terangan.
2. Sederhana dalam kehidupan dunia baik di saat fakir maupun di saat kaya.
3. Adil antara senang dan marah.

"Adil antara senang dan marah maksudnya senang, suka, ridha, cinta hendaklah karena Allah, marah pun karena mencari keridhaan Allah.

Tiga hal yang dapat merusak diri sendiri, adalah :
1. Sangat kikir
2. Mengikuti hawa nafsu
3. Memandang dirinya dengan pandangan yang sempurna, tanpa memandang akan kenikmatan Allah

Sedangkan tiga hal yang dapat menjadi sebab memperoleh kedudukan yang tinggi di akhirat nanti, adalah :
1. Membudayakan salam
2. Memberi makan kepada tamu dan orang yang lapar
3. Shalat tahajjud di tengah malam saat orang-orang sedang tidur nyenyak

Adapun tiga hal yang dapat menghapus dosa adalah :
1. Menyempurnakan wudhu di waktu udara sangat dingin
2. Melangkahkan kaki menuju sholat berjama'ah
3. Menunggu shalat sesudah melaksanakan sholat

"Menunggu sholat sesudah sholat ialah menunggu untuk melaksanakan sholat fardhu berjama'ah sesudah melakukan sholat sunnah atau melaksanakan kebaikan."

Sekian, sekedar pengingat khusunya buat penulis. Semoga kita terhindar dari hal-hal yang dapat merusak diri sendiri, dan semoga kelak diselamatkan oleh Allah, diampuni dosa-dosa kita, dan memperoleh kedudukan yang tinggi kelak di akhirat. Aamiin...

Selamat Beraktifitas .....
Wassalamu'alaikum wr. Wb.